Terasa, ya terasa melelahkan. Terasa menjengkelkan, terasa begitu berat
menjalani. Terasa aneh, terasa begitu asing. Apa yang sebenarnya terjadi?
Mengapa penyesalah terjadi setelahya? Sepertinya pertanyaan klasik yang tak
kunjung mendapat jawab. Ah, aku hanya
ingin terdiam, bercengkrama bersama malam, dilengkapi sunyi, dan bimbang hati.
Sepertinya kami sedang cocok belakangan ini. Sebenarnya aku tak ingin akur
dengan mereka, tapi apa daya, merekalah yang mengerti dan dapat paham bagaimana
aku saat ini. Mereka paham bagaimana memperlakukan diriku sekarang. Aku tak
ingin terus bersama mereka, tapi apa dayaku yang tak mampu, tak mampu memecah
sunyi, tak mampu melawan bimbang, tak mampu menjauhi sang malam. Kelam dalam
gelap. Siang tak lagi menang, pagi tak lagi berseri. Sajak sajak indah tak lagi
bermakna. Hampa. Satu kata tepat bagiku. Bernafas, tapi tak hidup. Makan tapi
tak berkembang. Bahagia tapi tak terasa. Tersenyum tapi palsu. Seakan berjalan
tapi terhenti. Seakan maju namun terpaku. Ingin ke berkata, namun terbungkam bimbang.
Ingin ku melangkah namun tertahan perasaan tak tentu. Aku merasa tak berarti.
Namun, aku sangat ingin mencari artiku. Artiku untuk ku. Dapatkah engkau
membantu ku mencari artiku? Yang nantinya akan berarti untuk mu.
POPULER MINGGU INI
-
Aku tak ingin larut. Kau tau? Gula dan Kopi. Mereka larut menjadi nikmat. Begitu pula dengan larutan larutan lain yang sering kita n...
Wednesday, January 16, 2019
Saturday, October 20, 2018
MALAM MELAYANG
Aku, Aku tak tahu yang kupikirkan. Aku tak tahu apa yang kurasakan.
Mataku menatap karya sastra. Tanganku menggenggam, membalik balikkan seiring
mataku melahap karya karya itu. Tapi, tak satu pun dapat kumaknai. Ini kah yang
orang katakan pikiran melayang? Oh, sekarang aku dapat merasakannya.
Gejolaknya, gemuruhnya, terus menerus, ini itu, ini itu, tidak, bukan, bukan
itu, iya, ini, memang benar adanya. Aku tak tahu bagaimana pikirku menggerakkan
tubuhku, rautku, tanganku, mataku. Aku rasa gerakan – gerakan itu sungguh tak
terkendali. Didalam otakku seakan ada yang bergemuruh, seolah ada yang memaksa
untuk keluar, seolah ahentahlah apa ini. Entah bagaimana ku ungkapkan. Mungkin
aku hanya tak mengerti. Aku hanya ragu, bimbang, tak menentu. Apa aku ini, ada
apa denganku. Aku sungguh tak dapat mengerti aku. Tak dapat kendalikan aku, tak
dapat apa pun itu padaku. Aku hanya sebuah kehampaan, aku hanya sebuah
kebimbangan.
Aku yang tak
mengerti. Bisakah engkau artikan ini untukku?
Aku termenung dengan buku dan
pena dihadapanku sekarang, tapi entah harus kuapakan mereka. Entah harus aku
jadikan apa mereka. Aku terdiam. Kupejamkan mataku, kurasakan ragaku, lebih
dalam lagi, jiwaku. Kunikmati kesepian, suara detik jam hijauku diatas mejaku. Semakin
dalam kurasakan kesunyian malam. Bisa kau dengar? Ya. Itu. Suara malam. Ku dengar,
dan coba kurasakan suara malam ditelingaku. Kupejamkan mataku sambil kuresapi
sunyinya malam berbaur dengan irama detik jam diatas mejaku. Kemudian ku raih
penaku, ku goreskan pada buku ku. Tetap dalam diam. Sampai pada bait bait yang
kau baca ini. Aku masih menikmati kesunyian malam, namun kali ini, ditambah
dengan irama goresan pena pada lembar buku ku dan suara gerak tanganku seiring
paragraf paragraf ku susun kata demi kata. Tentang malam. Masih tentang malam
ini dan kesendirian ini. Malam dan aku. Sunyi.
Ninawibi
Thursday, September 20, 2018
KATA KATA
Kenapa aku
kasih judul tulisan ini kata kata? Dan kenapa kata kata ditulis tanpa -? Kenapa
ya? Pertama, judulnya kata kata, karena memang ini adalah susunan dari kata
kata dari satu kata, dua kata, tiga kata, entahlah dari berapa tulisan ini
nantinya. Kenapa ditulis tanpa -? Karena sesungguhnya, kata tak perlu – untuk menjadi
kata kata, tak perlu tanda sambung karena kata mampu terangkai indah begitu
adanya, sengaja tanpa tanda penghubung karena memang telah terhubung.
Kata kata,
jika satu kata akan memberikan satu arti, jika lebih dari satu kata, akan
memberikan arti yang lebih, jika kuberikan banyak kata, apakah akan memberikan
arti lebih bagimu? Apa dengan satu kata mampu membuatmu berarti? Jika kurangkai
kata, apakah akan kau rangkai arti? Jika kususun kata, apkah kau susun arti? Jika
ku kata kan kata? Apakah akan kau arti kan arti? Jika aku berkata, apakah akan
berarti?
Apa sudah
cukup ku presentasikan arti kata? Sepertinya otak ku terhenti, terhenti karena
kata. Arti kata, kata apa? Kata ini? Kata itu? Apa cukup kata ini memberi arti?
Atau memang kata itu kurang berarti? Bukankah, arti kata sudah terbakukan? Ah itu
kan kata kata. Kata ku, kata katatak punya arti. Tapi sangat berarti jika kita
katakan berarti, akan sangat berarti jika kita mengartikan kata.
Lalu,
sebenarnya, apa arti kata? Coba saja baca, lalu pejamkan matamu, apa kau
temukan arti kataku? Tentu saja dengan sedikit berimajinasi dan ber kata dalam
hati.
With love,
Ninawibi
Wednesday, September 19, 2018
ES KRIM TENTREM SOLO
Halo halo, kamu lagi cari referensi tempat yang segar
segar? Ini nih, aku rekomendasiin tempat makan ice cream (Es Krim) di Solo yang
wajib kamu cobain.
Jadi ini adalah salah satu tempat legendaris di Solo.
Namanya Es Krim tentrem. Disini banyak banget pilihan Es Krim. Selain Es Krim,
kamu juga bisa pilih pilih cemilan gurih dan manis buat nemenin kamu makan Es
Krim. Eskrim Tentrem ini ada di pinggir jalan protokol Solo (Jalan Slamet Riyadi, Solo), ada di pojok
traffic led, sebelah kiri jalan. Strategis banget tempatnya, apalagi deket jalan Gatot Subroto Solo
yang banyak mural kerennya.
Es Krim Tentrem ini jenis Eskrimnya beda ya sama
Tempo Gelato yang juga legend banget di Jogja. Es Krim Tentrem ini lebih mirip
punya Zangrandi di Surabaya dan Ice Cream di toko Oen Malang. Untuk jenisnya
apa sih aku kurang paham juga hehehe. Yang pasti ini enak banget, variatif dan
lucu bentuknya. Selain bentuk Es Krim nya yang lucu, tempatnya juga asik dan
lucu. Ada 3 lantai lho! Dan yang lantai 3 ini lebih sering dipakai untuk tempat
acara acara pertemuan kayak arisan gitu.
Aku sangat rekomin kalian buat coba yang vanila. Terserah untuk variasi Es Krim nya, tapi wajib
banget yang vanila OK! Ini enak banget. Ya meskipun selera itu relatif ya, tapi
ini aku rekom banget serius.
Untuk fasilitas penunjang
lainnya, toilet ada di setiap lantai, ada juga musholla di lantai 3. Untuk
harga disini juga cucok. Es Krim nya enak, harganya juga enak hehehe. Jadi kalo
kalian lagi liburan ke Solo, jangan lupa mampir disini ya, deket sama Keraton
Solo, Klewer, dan sekitarnya.
Friday, July 20, 2018
DARI MANAKAH ???
Dari manakah?
Dari manakah pikir itu? Dari manakah
ide itu? Dari manakah kata itu? Darimanakah kalimat itu? Bukankah kalian lihat?
Bukankah kalian membacanya? Itu semua berpola? Bukankah itu semua adalah
pengembangan dari ide ide dasar yang telah ada? Begitu terlihat, begitu tak
terlihat. Tergantung bagaimana kita mampu mengupas dan menjabarkan.
Sudah!
Sudah terlalu banyak masalah yang
dihadapi oleh bangsa ini, terlalu banyak malah. Apakah juga ada begitu banyak
solusi yang mengimbangi masalah masalah yang terlalu banyak itu? Kita bangsa
yang besar dengan rakyatnya yang kuat, kuat bermasalah, kuat menanggung masalah,
kuat menghadapai masalah.
Dari manakah?
Darimanakah sumber masalah itu? Dan
dari manakan solusi itu? Dari manakah? Dari saya kah? Dari anda kah? Dari kami
kah? Dari mereka kah? Dari mana? Apa anda tahu? Saya tak tahu! Apa kalian tahu?
Kami tak tahu! Lalu dari manakah masalah? Dari manakah solusi? Apakah yang
bermasalah? Apakah solusinya? Bagaimana itu bisa menjadi masalah? Bagaimana itu
bisa menjadi solusinya? Bagaimana ia dikatakan masalah? Bagaimana ia dikatakan
solusi?
Oh!
Oh! Apa yang telah aku pikirkan? Oh!
Apa yang telah aku tuliskan? Oh! Apa yang telah aku curahkan? Oh! Sungguh aku
tak tahu dari manakah ini semua berasal! Mungkin bisa begitu indah, mungkin
bisa begitu buruk. Mungkin begitu berguna, mungkin hanya menjadi susunan kata
tak bermakna. Mungkin! Mungkin tak berarti bagimum tapi berarti bagiku, atau
mungkin justru aku tak mengerti apa yang telah aku tuliskan!
Ah!
Ah! Ini dia ku temukan sebuah
masalah. Lalu apakah kalian temukan solusinya? Ah! Aku tidak bisa hanya diam. Tolong
katakan sesuatu! Tolong jelaskan sesuatu! Tolong berikan aku sebuah solusi! Tolong!
Aku haus dahaga lapar kelaparan. Aku bingung kebingungan. Mungkin tidak memulai
segalanya adalah sebuah solusi. Atau justru memulai segala nya justru sebuah
solusi dari masalah masalah yang lain. Terkait mengait. Untung menguntungkan.
Lalu, dari manakah ini harus
diakhiri? Apa cukup sampai disini?
Bandung,
ninawibi
Subscribe to:
Posts (Atom)

