DISINI KISAHNYA ~~> Indah itu ya Tebango Bolot
POPULER MINGGU INI
-
ini sekedar isi hati, ini sekedar gerakan tangan dan bolpoint yang asik menari diatas selembar kertas bergaris. special untuk kalian se...
-
Hujan dan kenangan Bukan hanya soal air mata Atau masa masa yang pernah ada Sesuatu yang lebih dari itu Makna Aku d...
Saturday, August 2, 2014
Monday, June 23, 2014
SELAMAT HARI KRIDA PERTANIAN KAWAN !!!
Selamat Hari Krida Pertanian ke 42 kawan kawan !!! ini aksi kita dari kawan kawan Himmagri FP UPN "Veteran" Jawa Timur, Permaseta FP UB, Himasep FP Unitri, yang terhimpun dalam Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian ke 42. kami mengumpulkan tanda tangan dari warga Surabaya yang berlalu lalang di Car free day di Jalan Raya Darmo Surabaya, serta menampung aspirasi mereka untuk pembangunan pertanian kedepan di Indonesia.
22 Juni kita turun ke jalan berorasi, bernyanyi menyampaikan salam para petani pada warga Surabaya, menyampaikan salam petani yang telah menanam, merawat, hingga memanen hasil panen yang dapat kita nikmati bersama setiap harinya.sebelumnya, tanggal 21 Juni 2014, kita gelar aksi bagi bagi sayur gratis. sayur dari petani lokal Surabaya di Taman Apsari depan Gedung Grahadi, yang mendapat banyak respon dari masyarakat sekitar, hingga menimbulkan sedikit kemacetan.
21 Juni tepatnya Hari Krida Pertanian ke 42, kita usung tema "Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita, Petani Indonesia". diharapkan aksi ini bisa mempublikasikan keberadaan Hari Krida Pertanian yang merupakan bentuk rasa syukur dan menghargai kerja keras para petani merawat tanamanya. diharapkan pula mampu membuka mata masyarakat sekalian, bahwa pentingnya pembangunan pertanian di Indonesia mengingat kita merupakan Negara Agraris yang sebagian besar penduduknya adalah seorang petani. kami juga ingin membuktikan pada Indonesia bahwa, "Kami Ada untuk Indoneisa" POPMASEPI JAYA !!!
Thursday, January 23, 2014
SIDOMULYO PUNYA CERITA
Akhir Mei 2013 kemarin, saya turut serta, berpartisipasi aktif dalam
kegiatan “Pekan Keprofesian dan Pengabdian POPMASEPI (PKPP Bina
Desa). Kegiatan ini merupakan salah satu progra kerja POPMASEPI (Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia) dan
HIMASETA FP Universitas Jember. Peserta dari kegiatan ini merupakan
mahasiswa sosial ekonomi pertanian (Agribisnis) tinkat nasional.
Sayangnya kegiatan ini berlangsung cukup singkat, 3 hari 2 malam, di
Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupten Jember, Jawa Timur. Desa
Sidomulyo didominasi perkebunan kopi.
Saya dan 2 orang teman saya, satu delegasi dari Universitas
Trunojoyo Madura, satu delegasi dari Universitas Sebelas Maret,
Surakarta, menginap dan beraktivitas bersama di rumah Bapak Laksono.
Selain seorang buruh tani, Bapak Laksono juga sebagai “buruh
lepas”. Istrinya seorang buruh tanni di kebun kopi milik
keluarganya. Pada saat kita menginap dirumah Bapak Laksono, beliau
sedang mendapat job untuk menebang kayu dan memotong – motong kayu.
Karena teman say dari UTM laki – laki, ia ikut serta bekerja
bersama Bapak Laksono. Pagi setelah Shubuh, mereka berangkat.
Tinggallah saya dan teman saya dri UNS. Kami berdua dirumah membantu
istri Bapak Laksono mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti
memasak, membersihkan rumah, cuci piring, dsb. Setelah itu, kami
berbekal arit, berjalan menuju kebun kopi. Kami menyiangi gulma yang
ada disekitar pohon kopi. Disini saya merasa malu karena tenega saya
yang masih muda ini kalah dengan tenaga ibu Bapak Laksono yang juga
ikut menyiangi rumput bersama saya, teman saya, dan istri Bapak
Laksono. Saya merasa cepat lelah dan paranoid dengan belalang yang
melompat kesna kemari menghindari sabetan arit saya (saya sedikit
phobia dengan hewan satu ini.). Belum sampai Dhuhur seperti biasa
mereka pulang dari kebun, mereka menyudai aktivitas karena melihat
kami yang sudah kelelahan.
Sore hari kami sempatkan untuk mengajar anak – anak disekitar
rumah Bapak Laksono, termasuk anak dan saudara Bapak Laksono,
pelajaran – pelajaran sekolah. Saya kagum dengan semangat belajar
mereka.
Desa Sidomulyo ini sangat dingin. Sehingga setiap pagi saya segera
menuju tungku untuk menghangatkan badan. Disini saya belajar cara
menyalakan api di tungku. Ini cukup sulit. Malah hari menjelang
kepulangan kami ke kota masing – masing kami melakukan Forum Group
Discussion (FGD) bersama stakeholder. Malam itu dihadiri kepala desa,
ketua gapoktan, dan beberapa jajaran orang – orang berpengaruh di
Desa Sidomulyo. Dari 16 rumah yang ditempati, saya dapat menarik
kesimpulan permasalahan yang terjadi di Desa Sidomulyo ini.
Terdapat 19 permasalahan setelah saya simpulkan, yaitu :
- Lahan merupakan sewa dan sempit
- Pendidikan rendah
- Prediksi cuaca yang kurang tepat
- Status mereka Buruh Tani
- Birokrasi peminjaman modal, koprasi dll ribet
- Keamanan yang kurang
- Pembagian untung kurang jelas
- Butuh Penyuluh
- SDM Tua / kurang
- tidang mengikuti koprasi / Kelompok tani
- Lahan jauh
- Butuh obilitas
- Bahasa tidak Nasionalis
- Hasil panen tidak berimbang (kurang)
- Kopimerupakan tanaman tahunan
- Kualitas kurang baik
- Harga kopi tidak jelas sehingga seringkali merugikan petani
- Polapikir yang masih sempit. Hanya berpikir untuk hari ini.
- Gagal panen karena hama
Dari 19 permasalahan tersebut di dominasi oleh 4 permasalahan yaitu
yang pertama, Lahan merupakan lahan sewa dan relatif sempit, biro
krasi dalam peminjaman modal, koprasi, dll kurang bersahabat (ribet),
sehingga banyak petani yang tidak terdaftar di koprasi dan kelompok
tani, lahan yang jauh, sehingga membutuhkan mobilitas yang terjamin.
Beberapa solusi yang ditawarkan antara lain :
- lahan yang dekat dengan pemukiman diolah bersama
- sistem tumpang sari di sekitar tanaman kopi
- sewa ke perhutani minim. Ini memerlukan bantuan pemerintah. Karena mendapat penghargaan “ integrated farming” Desa Sidomulyo dianggap sudah makmur
- mengoptimalakan lahan dengan intensifikasi pertanian
- pengaturan keuangan untuk memperluas lahan
- penggunaan teknologi yang mendukung disetiap subsistemnya mulai sarana prasarana, usaha tanu, pengolahan hasil, pemasaran.
Kesimpulan dari saya pribadi dari permasalahan diatas adalah sebagai
berikut:
- meskipun buruh tani, kalau dioptimalkan panennya, harga jelas, dan pembagian untung yang jelas, pasti oke.
- Kalau kopi merupakan tanaman tahunan, berarti perlu sesuatu untuk dapat memenuhi kebutuhan hariannya.
- Harus ada konsentrasi di Sub Sistem 3! sebelum pemasaran kopi, perlu diolah agar jadi pendapatan harian bukan tahuanan.
Dari sini perlu dipikirkan usaha apa yang tepat di Subsistem 3 yaitu
pengolahan hasil, serta butuh penyedia harian bagi petani, misalnya
dari sistem tumpangsari, ditanam tanaman yang dapat memenuhi
kebutuhan harian para petani..
Ayo guys, kirim komentar anda – anda sekalian untuk membantu
pembangunan Desa Sidomulyo khususnya dan para petani rakyat Indonesia
pada umumnya.
MERDEKA !!!
HIDUP PETANI INDONESIA !!!
Thursday, January 2, 2014
TAU TAU, TAU
Tau enggak? Enggak
tau? Pasti enggak tau. Aku aja enggak tau. Apalagi situ. Eh, apa situ
tau apa yang enggak aku tau? Emm, atau bisa jadi aku tau apa yang
situ enggak tau. Tunggu tunggu, jangan jangan kita sama sama tau?
Widiw, atau atau, kita sama sama enggak tau? Lha terus yang tau
siapa? Yang enggak tau siapa? Dia? Mereka? Atau siapa? Aku tau kamu
tau, aku enggak tau kamu enggak tau, aku tau kamu enggak tau, aku
enggak tau kamu tau. Kalo aku tau kamu tak kasih tau, kalo kamu tau
aku dikasih tau, kalo sama sama tau ya yang lain dikasih tau, kalo
sama sama enggak tau, ya ayo dicari tau, biar pada tau enggak sekedar
tau. Kamu tau apa yang aku tau? Mari bersama mencari tau!!
itu diatas adalah posting iseng yang mengandng apapun yang mau dikandung. sekian =P
Sunday, December 8, 2013
JANGAN BACA !!!
Jangan baca tulisan ini!!! jangan!!! jangan diteruskan!!! hey, sudah aku peringatkan lho!!! stop!!! stop!!! mau apa lagi? aku sudah bilang jangan dilanjutkan . . lho, lho, lho, kenapa tambah cepet bacanya? hmm sepertinya anda bandel. baiklah, aku gak akan tanggung apa yang terjadi selebihnya. aku sudah mencoba untuk memperingatkan anda. anda ternyata kepo. anda juga kurang kerjaan. masih dibaca aja? yang membaca sampai sini berarti level ke kepoan anda mendekati master. kalo masih dibaca aja, berarti anda juga masih belom dapet kerjaan. oh tunggu, anda punya kerjaan, kerjaan anda baca tulisan konyol ini. anda masih baca tulisan ini? level kepo anda naik satu. anda benar benar luar biasa. kesabaran dan ke kepoan and sedang diuji disini. masih kuat untuk lanjut? baiklah, jangan sampai anda terkejjut diakhir tulisan ini. nantinya tulisan ini akan membuat anda berfikir, ini akan membuat anda bertanya, dan akhirnya menyesalinya. karna itu memang tujuan saya membuat tulisan ini. terimakasih pada anda anda yang telah membaca tulisan "hina" ini dengan mata indah anda anda sekalian, terimaksih juga sudah meluankan waktu anda yang seharusnya sudah merampungkan tugs tugas dan laporan. sekian.
Subscribe to:
Posts (Atom)



