POPULER MINGGU INI

Thursday, April 26, 2018

SUKA SUKA 1000 GURU


Hai kakak-kakak, Apa kabar? Semoga selalu diberi kesehatan dan dirahmati Tuhan Yang Maha Esa. Amin. Kesempatan kali ini aku mau sharing pengalaman aku ber 1000 guru.
Aku sih baru dua kali ikut event 1000 Guru Regional dan nagih banget. Momentnya, adek – adek yang semangat dan ceria, kakak kakak volunteer dan tim yang luar biasa. 1000 Guru itu membawakan konsep Travelling ang Teaching. Jadi sambil kita menikmati dan mengeksplore indahnya Indonesia, kiyta juga memberikan dampak pada dunia pendidikan disekitarnya.
Jadi pertama aku jaoin itu di 1000 Guru Solo. Nah pertama ngajar di SDN Pracimantoro di Wonogiri Jateng. Jadi konsep Teaching  yang aku tangkep dari 1000 guru adalah Fun Teaching, menginspirasi adik adik yang bersekolah di pedalaman, mengajak mereka untuk bahagia dalam belajar dan tentunya sesuai dengan dunia mereka, dunia anak anak. Kawan kawan 1000 guru bikin semangat banget dan yang lintas dipikiranku adalah, ya Tuhan, aku sangat bersyukur dipertemukan orang orang dengan latar belakang yang berbeda dengan tujuan yang sama, pemikiran yang sangat luar biasa, mengispirasi, dan ternyata pemuda Indonesia sangat luar biasa. Pertama datang ke SDN Pracimantoro, kami sangat disambut dan itu adalah moment yang sangat mengharukan. Adik adik berkumpul mendatangi kami dengan antusias. Adik adik bermain bersama kami dengan riang. Momen yang sungguh luar biasa. Aku sangat menyarankan untuk cobalah!  Tema yang kami bawa kali ini adalah Berbudaya. Aku kedapatan kelas 5 dengan materi menari. Terakhir aku menari adalah SD. Aku belajar menari kupu kupu dari you tube. Dan ternyata, adik adik kelas 5 disini sudah pandai menari. Akhirnya kami lah yang menjadi murid adik adik kelas 5. Kami diajari menari dan itu sangat mengesankan.
Pengalaman kedua kali ini 1000 Guru Surabaya yang kasih aku kesempatan untuk menikmati momen momen menakjubkan lainnya bersama adik adik di pedalaman. Kali ini SDN Medowo 3 di daerah Kediri. Adik adik disini juga sangat antusias dengan kedatangan kami. Tema kali ini adalah biota laut. Aku kedapatan kelas 2 dengan materi ikan. Luar biasa kelas 2 disini sudah sangat pandai. Mereka mudah sekali paham dan sangat antusias dengan materi yang kita bawakan. Semangat mengikuti game dan rangkaian kegiatan lainnya. Pokoknya momen ini sangat luar biasa. Perwakilan dari kami juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa perwakilan murid untuk bertemu langsung dengan orang tuanya dirumah, untuk mengenal lebih jauh adik adik dan kondisi keluarga mereka. Ada yang rumahnya jauh sekali harus jalan kaki dengan melewati tanjakan, ada yang harus melewati kebun salak, luar biasa semangat adik adik ini untuk menempuh pendidikan.  Di penghujung acara mengajar, kami sempatkan mengadakan pentas seni dadakan, dan yang lebih mengejutkan lagi, perwakilan dari siswa siswa kelas 6, sangat amat jago dalam mengcover alagu lagu dengan alat musik tradisional gamelan. Semua lagu mereka bisa bawakan dengan apik. Momen haru lainnya adalah ternyata ada acara semacam award untuk beberapa kategori, dan kagetnya, aku dapet gelar kakak terkece yang dalam kesempatan ini adalah yang semangat dalam berkegiatan. Terimakasih untuk gelarnya kakak kakak 1000 Guru Surabaya.
Nah ini yang nggak kalah seru dari 1000 guru adalah Travelling. Untuk event 1000 Guru Solo TNT 6, aku berkesempatan buat menikmati private pantai di daerah gunung kidul, yaitu Pantai Sedahan. Jadi ini pantai yang masih baru dan belum ada dinas atau badan yang secara resmi mengelola pantai ini. Yang pengen tau Pantai Sedahan lebih lanjut check disini yaa ~~~>> Senyaman Sedahan
Perjalanan menuju Pantai Sedahan sangat menantang. Waktu itu kita menggunakan Truk melewati jalanan bebatuan ekstrim yang sukses mengguncang ngguncang kita. Lagi lagi momen yang luar biasa.
Travelling yang diadakan 1000 guru Surabaya pada TNT 19 adalah mengunjungi Air Terjun Tretes yang diklaim oleh penduduk sekitar merupakan air terjun tertinggi di Jawa Timur. Perjalanan menuju air terjun kita harus melewati hutan, berjalan sekitar 1 jam perjalanan. Air terjun Tretes ini juga tergolong wisata yang baru. Masih belum terlalu ramai menenagkan dan luar biasa indahnya.
Masih banyak keseruan keseruan yang tidak dapat terungkapkan dengan lisan dan tulisan. Nah untuk mengetahuinya, ayok kakak kakak join TNT 1000 Guru. Nasional maupun regional, semua memiliki ke khasannya masing masing, tapi yang pasti, semua menyuguhkan momen momen yang tak terlupakan dan nagih banget.

buat kalian yang pengen tau seputar 1000 Guru silahkan cek ~~> 1000 Guru atau bisa banget Follow IG nya di ~~> 1000_guru

With Love,

Nina Wibiyana

Sunday, April 22, 2018

LAGI LAGI SOAL RASA



Aku hanya ingin memberitahumu. Aku hanya ingin mengingatkanmu. Aku hanya ingin memperingatimu. Aku hanya ingin berbagi denganmu. Aku hanya ingin dirimu mengerti. Aku hanya ingin dirimu pahami. Perasaan. Rasa. Sesuatu yang aku belum temukan kebenarannya. Sesuatu yang masih sering berputar diotakku. Sesuatu yang entah bagaimana aku mengungkapnya. Salahkah bila kubilang perasaan adalah apa yang kita pikirkan? Apa yang kita lihat? Apa yang kita dengar? Salahkah apabila ku katakan bahwa rasa itu sebenarnya tak ada? Yang ada hanya pemikiran pemikiran yang melaju sesaat lalu berhenti, kemudian melanjutkan kembali perjalanannya? Salahkan aku jika kutafsirkan rasa adalah yang datang kemudian pergi? Salahkan jika aku berkata bahwa taka ada sebenarnya rasa itu? Salahkah jika ku bilang rasa adalah susunan kata r a s dan a? Salahkah? Jika semua yang kubilang adalah salah, lalu sebenarnya apa itu rasa? Bisakah seseorang membuatku mengerti apa itu rasa? Kupikir dunia ini hanya tentang akal dan logika. Kupikir dunia ini hanya tentang apa dan mengapa. Kupikir aku hanya tak merasa. Karena ketika kupikirkan sebuah rasa, hanya hampa, kosong, dan tak ada apapun dalam pikirku tentang itu. Sepertinya aku belum bisa dan belum dapat merasa. Aku benar benar lelah memikirkannya. Seakan aku tak akan temukan jawabannya dalam diriku. Aku sama sekali tak melihat rasa itu tak merasa rasa itu. Benar benar sulit kugambarkan bagaimana ku merasa. Bagaimana bisa aku bergelut dengan sesuatu yang bahkan aku tak tau, tak mengerti apa sebenarnya itu. Bagaimana? Oh maaf bukan kah dunia hanya tentang apa dan mengapa?

Nina Wibiyana

Tuesday, November 21, 2017

SENYAMAN SEDAHAN



 
Pantai. Tempat bertemunya lautan dan daratan. Tempat bertemunya Samudera dan Benua. Tempat bertemunya Pasir dan Air. Tempat bertemunya Aku dan Kamu dalam suatu takdir.
Perjalanan panjang ku tempuh. Perbukitan kudaki, bebatuan tak gentarkan niatku menemui dirimu.  Hembusan angin menemaniku siang itu. Ranting ranting pohon menyapaku disepanjang perjalanku menujumu. Orang orang memandangku dengan tertegun, memandangku lucu. Pak Sopir membunyikan klaksonnya menyapa Bapak dan Ibu seraya berkata dalam rautnya :
 “Halo! Hari ini aku tak membawa pasir atau pun bahan bangunan lainnya, melainkan kubawa harapan dan semangat membara kaum muda”.
Ah, aku tergoncang, terlempar, terduduk, dan terjatuh. Gelak tawa membangunkanku membangunkan kita semua. Berpegang erat dan saling berbagi tawa, menemani lari angin dan perjalanan sinar matahari. Kupejamkan mataku, merasakan lari angin dan bisikannya yang membuat rambutku menari. Saat mataku terbuka, akhirnya merakapun beradu. Tatapanku dan tatapannya yang hijau. Tanaman milik petani berhasil menghipnotisku. Bebatuan karang sudah menyapaku lebih dahulu. Selanjutnya disusul dengan bebauan khas pasir dan air lautan. Lama sudah Pak Sopir mengguncangku. Rodapun berhenti berputar disusul keheningan suara mesin, digantikan dengan suara deburan ombak. Kulakukan lompatan pertamaku untuk menyapa mereka. Ini lebih indah dari imajinasiku.
Biru, hijau, dan warna khas pasir pantai menyambut kedatangan kami. Mereka kompak menyuguhkan kami desiran ombak beserta jabatan lembut dari ombak. Angin tak mau kalan memeluk kami dengan erat. Berusaha mengajakku bermain main, menggoda kami yang sedang asik mendirikan kain - kain untuk berlindung. Sunyi namun berisik, ramai, namun menenangkan. Kedua tebing di kanan dan kiri kami seakan menerangkan teluk ditengahnya. Membendung godaan angin untuk merasuk. Oh, tebing tebing itu seakan sebuah tangan yang memeluk kami. Ombak yang mengimbangi sanga angin, beradu dengan sang tebing. Mereka menyuguhkan drama alam yang begitu apik.
Malam menyambut, dingin mulai menghampiri. Sang Angin semakin bersemangat mengajakku bermain. Sekarang tak hanya rambutku, baju dan celanaku pun diajaknya bermain. Asik nampaknya permainan mereka. Asik bersama tawa dan canda, cerita tentang aku, kamu, mereka dan kita. Ditengah tawa aku berdoa :
“Ya Tuhan, Alangkah indahnya kehidupan, ditemani drama alam, ditemani dia, dan mereka. Ya Tuhan, bolehkan aku meminta umur yang cukup? Untuk bisa menyaksikan keindahan drama drama lain milikMu. Amin.”


September 2017 
Pantai Sedahan, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta



Monday, July 31, 2017

MENGAPA AKU ?



Kadang Aku berpikir mengapa aku jadi aku, kamu jadi kamu, Aku berpikir jauh kedalam diriku. Namaku, perilakuku, keseharianku, hidupku. Aku hanya tak mengerti. Aku tak mengerti apa pun tengtangku. Padahal aku adalah aku. Aku hanya coba untuk menemani waktu yang terus menatapku, menggenggamku, dan memelukku. Aku melihat, mendengar, bernafas, meraba raba masa yang terus mendekatiku, yang akan segera menjemputku pada keadaanku. Saat bagaimana pun aku. Aku tau tapi aku tak tau. Selalu kulakukan untuk apa itu aku. Memejamkan mata. Menolak untuk tak mengerti, menolak untuk tak memahami. Berlaku seolah aku pahami. Aku tak tau harus jadi bagaimana aku. Aku hanya ingin ini dan itu. Aku rasa terlalu banyak inginku. Aku pikir, aku hanya ingin dicintai. Aku ingin mencintai. Dicintai semesta, mencintai semesta. Aku ingin berguna untukmu. Tapi untukku?  Aku ingin hebat untukmu. Tapi untukku? Aku ingin kuat untukmu. Tapi untukku? Aku ingin indah untukmu. Tapi untukku? Aku ingin bahagia untukmu. Tapi untukku? Hah. Apa yang kupikirkan. Merindukan cinta hanyalah akan melemahkan dan mendambakan sayang adalah pelengkap penderita. Ahsudahlah. Aku rasa aku hanya perlu BAHAGIA dengan caraku.

Thursday, May 11, 2017

IRONI

Ironi. . .
Kebiasaan menjadi biasa. . .
Gelap Terang sudah tak bermakna. . .
Aku yang tau hanya bungkam. . .
Kalian yang tak tau, malah tak mau tau. . .
Ketika Kebenaran mulai tertutup Debu. . .
Lalu, siapa yang akan menjadi kemoceng untuk membersihkan, ketika aku dan kalian, justru sama sama menjadi Debu?
Tapi kawan, masih ada harap aku dan kalian menjadi kemoceng. . .
Aku dan Kalian menyalakan Api perjuangan. . .
Berkobar dan tak gelisah. . .
Semangat Kawan, Rintangan tak sesukar yang diceritakan dalam kisah kisah tak bermuara, tak berbelit bagai drama drama remaja. . .
Karena setiap perjuangan akan menemui akir yang serupa dengan seberapa besar kita memperjuangkan. . .
Berjuang tak harus ada didepan, tapi harus beralasan. . .


Love,
Ninawibi