POPULER MINGGU INI

Wednesday, July 19, 2023

JAHAT


Tertawalah, jika itu memang lucu.
Menangislah, jika itu memang sedih.
Tapi tolong jangan tertawakan kesedihanmu.

Menyakitkan melihat air mata yang jatuh disela sela tawamu. Menyebalkan mendengarkan tawa dari raut sedihmu itu. Huh. Sungguh aku ingin memelukmu membisikkan kata kata yang sedari dulu sudah kurangkai untukmu.
“Hei, tak apa, menangislah, tak perlu selalu tertawa. Kau tahu, di dunia yang sesungguhnya kecil ini ada yang namanya keseimbangan. Tak apa mereka membencimu, tak apa mereka tak suka padamu. Biarkan mereka memerankan perannya sebagai penyeimbang alam. Lihatlah, kamu memiliki banyak cinta. Banyak yang menyayangimu tanpa karena.”

Seketika segala pemikiran itu menghilang, aku tersadar, aku siapa? Aku hanya 1 diantara 8.039.642.225 jiwa penduduk dunia ini (kata salah satu search engine) yang mungkin suaranya belum pernah kau dengar. Yang mungkin wajahnya belum pernah kau lihat. Yang mungkin kehadirannya belum pernah kau rasakan. Ku harap kau dikelilingi oarang orang yang sungguh menyayangimu, orang orang yang mampu mewakiliku memelukmu. Mewakiliku mengatakan apa yang tadi ingin selalu kukatakan padamu. Mungkin kita jauh, tapi doaku ada untukmu. Tak apa kau bahkan tak mengenalku.

Kau tahu, saat aku sedang menulis ini, lagu yang terputar melalui pengeras suara itu lagu dengan judul Temaram dari Fiersa Besari. Oh, sial. Seakan semesta sungguh sungguh bekerja sama menciptakan suasana yang mendukung untukku.
“Aku sadar siapa diriku, yang tidak mungkin menggapaimu, Kau terlalu indah, untuk jadi kenyataan. - Fiersa Besari.”

Ya kau memang terlalu indah. Kau terlalu berharga bagiku untuk harus tertawa dalam sedihmu. Menertawakan sedihmu. Aku ingin marah pada orang orang itu. Stop. Jangan mengatas namakan kebaikan untuk melakukan keburukan. Orang orang masih terus saja berbuat jahat dengan mengatas namakan kebaikan. Sial. Aku sungguh ingin menghajar orang orang jahat yang membuatmu bersedih. Tapi lagi lagi pikiranku buyar, aku hanya gadis kecil lemah yang bahkan tidak bisa berkelahi. Lucu sekali aku berpikir ingin menghajar orang.  Haha. Memang terkadang cinta membuat orang tidak berpikir rasional. Sudahlah. Aku menjadi semakin tak masuk akal jika itu tentangmu.

Maafkan aku ya, aku tidak cukup berani mengungkapkan ini padamu secara langsung. Maafkan aku ya, aku hanya terus bisa mengomel dan mengutuk diiku yang lemah ini. Maaf. Aku benar benar berdoa untukmu. Aku akan selalu menyayangimu dengan caraku. Aku akan selalu mendukungmu. Dari sini, dibelakangmu, sambil berdoa lirih, “Tuhan, tidak mungkinkah aku mendampinginya? Bukan hanya mendukungnya dari belakang, memberikan dorongan untuknya, namun bisakah kami berjalan bersama berdampingan?”

Love,

Ninawibi

Friday, June 23, 2023

BIRU MEMBIRU




Aku tahu ini akan menyakitkan. Aku tau ini akan melelahkan namun tak mampu ku bendung diriku, namun tak mampu ku hentikan diriku, untuk menyayangimu, mencintaimu dalam diam. menyebutkan namamu di sela sela lelahku, memikirkanmu disela sela rasa sakit yang susah payah ku tahan. Terkadang aku berpikir, “mengapa ya?” namun tak kunjung kutemukan jawabannya.


Kata mereka, cinta itu tak perlu alasan. kata mereka juga takperlu susah payah mencari jawaban. Saat ku rasakan, ternyata memang benar kata mereka. Kita hanya perlu diam, pejamkan mata, bernafas perlahan, kemudian rasakan. Sakit dan lelah yang kita rasakan saat mencintai terkadang justru menjadi candu, terkadang justru menjadi yang kita nantikan. Diantara momen momen indah penuh tawa, bukankah rasa sakit dan lelah ini membuat kita semakin dewasa, membuat kita semakin bertumbuh, membuat kita memahami bahwa mencintai tak hanya soal bahagia, tawa, dan canda, tapi bagaimana kita mengerti, memahami, dan menghargai?


Cinta adalah antara aku dan kamu, aku dan dia, aku dan mereka. Cinta itu RUMIT ya? tapi katanya cinta itu tak rumit, tapi yang rumit itu kamu. Ah, ada ada saja. Cinta itu rumit karena dibuat rumit. Cinta itu mudah karena dibuat mudah. Cinta itu tak punya standard, tak punya ukuran. Satu dan lainnya memiliki caranya masing masing, satu dan lainnya memiliki Cinta nya masing masing, terlepas itu menyakitkan, terlepas itu melelahkan, Cinta itu tetap Indah baginya yang mencinta. terlepas Cinta itu bisa begitu Biru Membiru.



with love,


Ninawibi

Saturday, October 8, 2022

AKU TAK TAU

 


Aku tak tau apa salahku. Tapi aku merasa sangatlah bersalah. Aku tak mengerti apa yang terpikir olehku. Tapi aku merasa selalu memikirkan sesuatu. Aku tak tau bagaimana diriku. Tapi aku merasa memahami aku. Aku tak tau dari mana harus ku mulai mengawali, tapi aku merasa selalu harus segera mengakhiri. Aku tak tau apa yang harus kuperbuat. Tapi aku selalu merasa harus berbuat sesuatu. Aku tak tau bagaimana berbicara seharusnya. Tapi aku selalu ingin mengungkapkan kataku yang terpendam. Aku tak tau bagaimana harus berperilaku. Tapi aku selalu ingin berkawan. Aku tak tau bagaimana berkawan. Tapi aku tak ingin mempunyai lawan.  Aku tak tau bagaimana aku harus hidup. Tapi aku selalu ingin hidup. Aku tak tau bagaimana itu dewasa. Tapi umurku sudah berkepala dua. Aku benar benar tak tau bagaimana mengungkapkan. Aku tak tau bagaimana itu perhatian. Tapi aku selalu ingin memperhatikan. Aku tak tau bagaimana itu jujur. Tapi aku selalu berusaha apa adanya. Aku tak tau itu ikhlas. Tapi aku selalu berusaha melupakan. Aku tak tau artinya arti. Tapi aku ingin berarti. Aku tak tau bagaimana cara untuk terlihat. Tapi aku ingin terlihat. Hanya terlihat dikedua matamu. Sangat sulit bagiku. Karena  Aku tak tau aku, bagaimana aku mengetahuimu?

Saturday, October 16, 2021

HUSH - MERASAKAN YANG TAK TERDENGAR

 

Sumber Gambar : IMDb 
 
 
Hush, Film Mike Flanangan tahun 2016. Karena kemarin ada yang rekom-in buat nonton ini, dan ditambah aku udah lama banget nggak nonton film dengan genre yang katanya Horror ini, akirnya kuputuskan untuk nonton dengan beberapa kali di pause karena tertekan dan pengen nagis. Oke, sekarang aku bakal coba merangkai kata buat bahas Film nya.

Hush, diawali dengan sinopsis singkat yang menggambarkan kondisi si tokoh utama. Diceritakan dengan singkat dan padat. Bahkan kita mampu memahami Maddie dalam 10 menit awal. Film ini hanya sedikit pemeran, jalan cerita yang sederhana, namun dikemas dengan cukup mendebarkan. Pada awal munculnya si tokoh pembunuh misterius dengan korban pertamanya, kemudian berlanjut dengan teror yang mulai dilakukan si pembunuh terhadap Maddie, ini sempat membuatku tak sanggup menerima serangan yang dibuat oleh Mike kepada penontonnya. Bagian ini menurutku paling menentukan bagaimana Hush dapat dinikmati penggemar. Seterusnya, Hush menyajikan bagaimana Maddie dan si pembunuh berhadapan. Bagaimana Maddie bertahan didalam rumahnya, yang kemudian berubah bagaimana masing – masing mempertahankan eksistensinya di dunia ini. Cara Maddie memilih akhir terhadap jalan hidupnya juga merupakan bagian yang sungguh membuatku menarik napas dalam. Selama sekitar 60 menit kita disajikan dengan adu strategi, kekuatan, pelarian, tekanan, kesakitan, dan pastinya darah segar yang mengalir dari tubuh – tubuh manusia. Usaha – usaha Maddie yang terus gagal cukup membuat kita merasa geregetan. Diperparah dengan kondisi Maddie yang bisu dan tuli, membuat usaha yang bisa ia lakukan menjadi terbatas.

Namun, dari bagaimana Hush dibuat menarik, kudapati beberapa bagian yang menurutku sedikit hambar untuk kategori horror. Poster Hush memasang sosok pria bertopeng. Namun kita tak dapat menemui nya bahkan sebelum 30 menit awal. Siapa sosok misterius itu juga masih tetap misterius hingga akhir cerita. Motivasi dan latar belakang si pembunuh sungguh misterius sehingga yang seharusnya mendapat gelar misterius menjadi gantung, karena si topeng yang menghilang, motivasi dan latar belakang si pembunuh yang tak dijabarkan dalam film. Diakhir cerita Mike membuatku sedikit merasa ingin sedikit menambahkan penyedap rasa, namun untuk lebih dari 60 menit yang menegangkan, akhir yang diberikan Mike cukup membayar.

Dari Maddie aku belajar bagaimana merasakan yang tak dapat didengar, merasakan lingkungan disekitar kita, peka terhadap situasi, dan bagaimana menguasai ritme meskipun dalam teror.


Sunday, September 19, 2021

JIKA ENGKAU ADALAH HUJAN

Hujan, kadang datangnya di maki, kadang datangnya dinanti. Hujan, kadang meninggalkan pelangi, kadang menginggalkan tangis. Jika engkau adalah hujan, akan jadi hujan yang seperti apa? Akankah dinanti? Akankah meninggalkan tangis? Itulah yang selalu menyelimuti pikirku. Mempertanyakan keadaan, bahkan terkadang menyalahkan hujan yang datang. Seyogyanya hujan adalah anugerah, namun setiap orang memandang berbeda. Berbeda persepsi menurut isi hati. Seharusnya hadirmu adalah anugerah, seharusnya engkau meninggalkan pelangi. Iya kan? Tapi mengapa terkadang hadirmu itu membuatku berpikir akankah menjadi tangis? Terkadang aku mulai mensyukuri, namun terkadang pikir ini memiliki argumennya sendiri. Barang tentu pikir ini sering tak sejalan dengan isi hati. Pernahkah engkau mendapati? Hujan badai yang datang tiba tiba, mereda juga seketika. Maka itu, hadirmu yang seharusnya aku syukuri membuat aku menjadi berpikir. Engkau yang datang, lalu menghilang. Sama seperti hujan, meninggalkan genangan, engkau meninggalkan kenangan. Genangan akan mengering, namun tetap dengan cekungan setelahnya. Lalu bagaimana dengan kenangan? Mungkin waktu akan perlahan menghilangkannya, pikirku akan melupakannya. Tapi tak akan sama, juga akan ada cekungan disana. Lalu, apa aku akan tetap menyalahkan hujan dengan genangannya? Hujan hanya air bukan? Air yang juga memiliki sifatnya, menyesuaikan diri dengan permukaan yang ia temui. Lalu apa aku akan tetap menyalahkan kehadiranmm? Bukankah engkau hanya manusia bukan? Manusia juga memiliki sifatnya.

Bersama hujan aku merasakan segalanya, senang, sedih, kurasakan dengan diri ini. Bersama hadirmu kurasakan juga itu dan ini. Kata orang hujan itu luka, nestapa, dan penjara. Lalu, jika engkau adalah hujan, akankah engkau menjadi diantara ketiganya? Luka, oh tidak, tolong jangan menjadi luka, sebaik apapun aku menyembuhkannya, itu akan tetap meninggalkan bekas. Nestapa, tak apa kau menjadikannya nestapa. Karena dengan kesedihan yang amat mendalam akan ada pelajaran. Tak apa jika ada nestapa, kesedihan akan menjadi pelajaran, akan menjadi pendewasaan. Penjara, mungkin ini akan lebih baik jika menjadi ruang bersama. Tak harus gunakan jeruji besi, cukup dengan kata kasih. Hujan, harummu dinanti. Bersamamu sang anak menari menikmati. Hujan adalah bom waktu, dimana otakku kembali mengais-ngais kenangan masa lampau. Wahai hujan, engkau bisa jadi berkah, bisa jadi bencana. Jika engkau adalah hujan, akankah menjadi diantaranya? Hujan dan kenangan dua kata bagaikan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Mengapa hujan begitu? Menurutku karena hujan selalu membuat cerita. Karena hujan selau memberikan romansa. Karena hujan bagai bumbu dalam drama. Jika itu menjadi lebih lezat, itu akan sangat mudah teringat, itu akan dengan mudahnya menjadi kenangan.

 

Untuk kesekian kalinya, terimakasih teman – teman instagramku sudah menymbangkan karyanya. Semuanya indah.