POPULER MINGGU INI

Friday, January 25, 2019

HUJAN DAN KENANGAN




Hujan dan kenangan
Bukan hanya soal air mata
Atau masa masa yang pernah ada
Sesuatu yang lebih dari itu
Makna
Aku dan dia
Kamu dan mereka
Kita ada saat hujan
Terdiam memejam
Terhanyut bersatu dalam rintik dan kesemuan
Seperti Dilan dan Milea diatas motornya
Aku dan dia diatas khayal
Dikala hujan berharap warna
Bias aliran dan cahaya
Merah jingga biru bersatu
Senja
Teringat kala itu
Aku dibalik tirai semu menatap warna
Abadi dalam ingatan
Warna warna yang sama
Sama saat aku menatap dirinya
Menatap tepat kedua matanya
Indah




Ninawibi

Wednesday, January 16, 2019

BERCENGKRAMA BERSAMA MALAM



Terasa, ya terasa melelahkan. Terasa menjengkelkan, terasa begitu berat menjalani. Terasa aneh, terasa begitu asing. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa penyesalah terjadi setelahya? Sepertinya pertanyaan klasik yang tak kunjung mendapat jawab.  Ah, aku hanya ingin terdiam, bercengkrama bersama malam, dilengkapi sunyi, dan bimbang hati. Sepertinya kami sedang cocok belakangan ini. Sebenarnya aku tak ingin akur dengan mereka, tapi apa daya, merekalah yang mengerti dan dapat paham bagaimana aku saat ini. Mereka paham bagaimana memperlakukan diriku sekarang. Aku tak ingin terus bersama mereka, tapi apa dayaku yang tak mampu, tak mampu memecah sunyi, tak mampu melawan bimbang, tak mampu menjauhi sang malam. Kelam dalam gelap. Siang tak lagi menang, pagi tak lagi berseri. Sajak sajak indah tak lagi bermakna. Hampa. Satu kata tepat bagiku. Bernafas, tapi tak hidup. Makan tapi tak berkembang. Bahagia tapi tak terasa. Tersenyum tapi palsu. Seakan berjalan tapi terhenti. Seakan maju namun terpaku. Ingin ke berkata, namun terbungkam bimbang. Ingin ku melangkah namun tertahan perasaan tak tentu. Aku merasa tak berarti. Namun, aku sangat ingin mencari artiku. Artiku untuk ku. Dapatkah engkau membantu ku mencari artiku? Yang nantinya akan berarti untuk mu.

Saturday, October 20, 2018

MALAM MELAYANG


Aku, Aku tak tahu yang kupikirkan. Aku tak tahu apa yang kurasakan. Mataku menatap karya sastra. Tanganku menggenggam, membalik balikkan seiring mataku melahap karya karya itu. Tapi, tak satu pun dapat kumaknai. Ini kah yang orang katakan pikiran melayang? Oh, sekarang aku dapat merasakannya. Gejolaknya, gemuruhnya, terus menerus, ini itu, ini itu, tidak, bukan, bukan itu, iya, ini, memang benar adanya. Aku tak tahu bagaimana pikirku menggerakkan tubuhku, rautku, tanganku, mataku. Aku rasa gerakan – gerakan itu sungguh tak terkendali. Didalam otakku seakan ada yang bergemuruh, seolah ada yang memaksa untuk keluar, seolah ahentahlah apa ini. Entah bagaimana ku ungkapkan. Mungkin aku hanya tak mengerti. Aku hanya ragu, bimbang, tak menentu. Apa aku ini, ada apa denganku. Aku sungguh tak dapat mengerti aku. Tak dapat kendalikan aku, tak dapat apa pun itu padaku. Aku hanya sebuah kehampaan, aku hanya sebuah kebimbangan.
Aku yang tak mengerti. Bisakah engkau artikan ini untukku?
                Aku termenung dengan buku dan pena dihadapanku sekarang, tapi entah harus kuapakan mereka. Entah harus aku jadikan apa mereka. Aku terdiam. Kupejamkan mataku, kurasakan ragaku, lebih dalam lagi, jiwaku. Kunikmati kesepian, suara detik jam hijauku diatas mejaku. Semakin dalam kurasakan kesunyian malam. Bisa kau dengar? Ya. Itu. Suara malam. Ku dengar, dan coba kurasakan suara malam ditelingaku. Kupejamkan mataku sambil kuresapi sunyinya malam berbaur dengan irama detik jam diatas mejaku. Kemudian ku raih penaku, ku goreskan pada buku ku. Tetap dalam diam. Sampai pada bait bait yang kau baca ini. Aku masih menikmati kesunyian malam, namun kali ini, ditambah dengan irama goresan pena pada lembar buku ku dan suara gerak tanganku seiring paragraf paragraf ku susun kata demi kata. Tentang malam. Masih tentang malam ini dan kesendirian ini. Malam dan aku. Sunyi.
Ninawibi

Thursday, September 20, 2018

KATA KATA





Kenapa aku kasih judul tulisan ini kata kata? Dan kenapa kata kata ditulis tanpa -? Kenapa ya? Pertama, judulnya kata kata, karena memang ini adalah susunan dari kata kata dari satu kata, dua kata, tiga kata, entahlah dari berapa tulisan ini nantinya. Kenapa ditulis tanpa -? Karena sesungguhnya, kata tak perlu – untuk menjadi kata kata, tak perlu tanda sambung karena kata mampu terangkai indah begitu adanya, sengaja tanpa tanda penghubung karena memang telah terhubung.

Kata kata, jika satu kata akan memberikan satu arti, jika lebih dari satu kata, akan memberikan arti yang lebih, jika kuberikan banyak kata, apakah akan memberikan arti lebih bagimu? Apa dengan satu kata mampu membuatmu berarti? Jika kurangkai kata, apakah akan kau rangkai arti? Jika kususun kata, apkah kau susun arti? Jika ku kata kan kata? Apakah akan kau arti kan arti? Jika aku berkata, apakah akan berarti?

Apa sudah cukup ku presentasikan arti kata? Sepertinya otak ku terhenti, terhenti karena kata. Arti kata, kata apa? Kata ini? Kata itu? Apa cukup kata ini memberi arti? Atau memang kata itu kurang berarti? Bukankah, arti kata sudah terbakukan? Ah itu kan kata kata. Kata ku, kata katatak punya arti. Tapi sangat berarti jika kita katakan berarti, akan sangat berarti jika kita mengartikan kata.

Lalu, sebenarnya, apa arti kata? Coba saja baca, lalu pejamkan matamu, apa kau temukan arti kataku? Tentu saja dengan sedikit berimajinasi dan ber kata dalam hati.

With love,

Ninawibi

Wednesday, September 19, 2018

ES KRIM TENTREM SOLO



                Halo halo, kamu lagi cari referensi tempat yang segar segar? Ini nih, aku rekomendasiin tempat makan ice cream (Es Krim) di Solo yang wajib kamu cobain.
                Jadi ini adalah salah satu tempat legendaris di Solo. Namanya Es Krim tentrem. Disini banyak banget pilihan Es Krim. Selain Es Krim, kamu juga bisa pilih pilih cemilan gurih dan manis buat nemenin kamu makan Es Krim. Eskrim Tentrem ini ada di pinggir jalan protokol Solo (Jalan Slamet Riyadi, Solo), ada di pojok traffic led, sebelah kiri jalan. Strategis banget tempatnya, apalagi deket jalan Gatot Subroto Solo yang banyak mural kerennya.

                Es Krim Tentrem ini jenis Eskrimnya beda ya sama Tempo Gelato yang juga legend banget di Jogja. Es Krim Tentrem ini lebih mirip punya Zangrandi di Surabaya dan Ice Cream di toko Oen Malang. Untuk jenisnya apa sih aku kurang paham juga hehehe. Yang pasti ini enak banget, variatif dan lucu bentuknya. Selain bentuk Es Krim nya yang lucu, tempatnya juga asik dan lucu. Ada 3 lantai lho! Dan yang lantai 3 ini lebih sering dipakai untuk tempat acara acara pertemuan kayak arisan gitu.
                Aku sangat rekomin kalian buat coba yang vanila. Terserah untuk variasi Es Krim nya, tapi wajib banget yang vanila OK! Ini enak banget. Ya meskipun selera itu relatif ya, tapi ini aku rekom banget serius. 
                Untuk fasilitas penunjang lainnya, toilet ada di setiap lantai, ada juga musholla di lantai 3. Untuk harga disini juga cucok. Es Krim nya enak, harganya juga enak hehehe. Jadi kalo kalian lagi liburan ke Solo, jangan lupa mampir disini ya, deket sama Keraton Solo, Klewer, dan sekitarnya.
                Oh ya, ini nih menu menunya, buat kalian yang penasaran apa aja menu di sini.